Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 kembali membuktikan diri bukan sekadar ajang peluncuran mobil anyar. Tahun ini, sorotan justru banyak tertuju pada deretan mobil modifikasi yang tersebar di berbagai hall JIExpo Kemayoran. Mulai dari sentuhan aksesori ringan berbasis genuine parts hingga ubahan total bergaya ekstrem, semuanya hadir untuk menunjukkan bahwa personalisasi kendaraan kini menjadi bagian penting dari gaya hidup otomotif.
BACA JUGA : Menyongsong Era Baru Energi: Indonesia Jajaki Pengembangan Baterai Sodium
Suzuki Jimny: Empat Karakter, Empat Cerita
Salah satu yang paling mencuri perhatian datang dari Suzuki. Di area outdoor, empat unit Jimny tampil dengan karakter berbeda, seakan menunjukkan betapa fleksibelnya SUV mungil ini untuk diolah sesuai selera.
Kategori Offroad/Adventure Style menghadirkan Jimny dengan tampilan siap jelajah: ban all-terrain, roof rack, dan tambahan lampu sorot. Lalu ada konsep Innovation & Extreme Modification yang tampil lebih berani lewat ubahan kaki-kaki dan detail eksterior agresif.
Tak ketinggalan versi Street & Stylish Looks yang fokus pada estetika perkotaan dengan pelek unik dan permainan warna bodi. Sementara itu, konsep Restomod/Classic Style memadukan aura klasik dengan teknologi modern—sebuah pendekatan yang belakangan makin diminati pecinta otomotif retro.
Empat gaya ini menegaskan satu hal: satu model mobil bisa memiliki banyak identitas, tergantung kreativitas peraciknya.
Pabrikan Tiongkok Unjuk Gigi di Jalur Off-Road
Dominasi konsep off-road terasa kuat di IIMS 2026, terutama dari sejumlah merek asal Tiongkok yang menghadirkan interpretasi berbeda soal kendaraan petualang.
Chery, misalnya, menampilkan J6 versi ekspedisi. Mobil ini dirancang untuk perjalanan jarak jauh dengan tambahan roof tent, perlengkapan penyimpanan ekstra, dan detail pelindung bodi. Konsepnya jelas: kendaraan bukan sekadar alat transportasi, tetapi partner eksplorasi.
BAIC juga tak mau ketinggalan. Model BJ40 tampil gagah dengan ban berprofil besar, bullbar kokoh, tambahan lampu auxiliary, hingga roof rail untuk membawa perlengkapan ekstra. Sementara BJ30 hadir dengan pendekatan lebih santai namun tetap siap berpetualang, berkat tambahan tenda atap yang mendukung aktivitas berkemah.
Tren ini menunjukkan bahwa gaya hidup outdoor—camping, overlanding, hingga road trip lintas daerah—semakin memengaruhi arah modifikasi kendaraan di Indonesia.
Sentuhan Retro dan Lifestyle Modern
Berbeda dari pendekatan ekstrem, iCAR menghadirkan V23 dengan konsep retro off-road. Tampilan klasik dipadukan dengan sentuhan modern seperti decal khusus, penggunaan pelek Enkei Overlander, serta balutan ban Yokohama yang mendukung performa di berbagai medan. Tambahan roofbox memperkuat nuansa perjalanan jarak jauh dengan gaya yang tetap stylish.
Konsep ini menarik karena memadukan dua dunia: nostalgia desain lama dan kebutuhan fungsional masa kini. Hasilnya adalah kendaraan yang tak hanya siap menjelajah, tetapi juga tampil ikonik saat diparkir di tengah keramaian pameran.
Jetour pun mengusung pendekatan serupa, menghadirkan modifikasi dengan orientasi off-road dan kelengkapan tenda di bagian atap. Penekanan pada fitur-fitur pendukung aktivitas luar ruang memperlihatkan bahwa konsumen kini menginginkan kendaraan multifungsi—bisa digunakan harian, sekaligus andal saat akhir pekan.
Jaecoo: Perpaduan Sporty dan Adventure
Sementara banyak merek fokus pada tema petualangan, Jaecoo mencoba menghadirkan dua pendekatan berbeda dalam satu panggung. Satu unit tampil dengan gaya stylish sporty, mengedepankan body kit agresif, kombinasi pelek dan ban yang dinamis, serta detail visual yang menonjolkan kesan modern.
Unit lainnya mengarah pada tema adventure outdoor, dengan tambahan aksesori yang mendukung kegiatan luar ruang. Perbedaan ini memperlihatkan bagaimana modifikasi tak melulu soal ekstremitas, tetapi juga tentang membangun identitas visual sesuai karakter pengguna.
Pendekatan ganda tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pasar Indonesia memiliki spektrum selera yang luas—dari pencinta tampilan elegan sporty hingga penggemar petualangan alam bebas.
Modifikasi sebagai Ekspresi dan Strategi Merek
Kehadiran mobil modifikasi di IIMS 2026 bukan hanya untuk menarik perhatian pengunjung. Bagi agen pemegang merek dan rumah modifikasi, ini adalah cara menunjukkan potensi personalisasi produk mereka. Dengan memamerkan contoh konkret, pabrikan dapat menginspirasi konsumen untuk mengeksplorasi aksesori resmi maupun aftermarket.
Fenomena ini juga memperlihatkan perubahan pola pikir konsumen. Mobil tak lagi dipandang sebagai barang standar dari pabrik, melainkan kanvas yang bisa disesuaikan dengan gaya hidup—baik itu urban stylish, klasik elegan, maupun petualang sejati.
IIMS 2026 pun menjadi bukti bahwa industri otomotif Indonesia semakin matang dalam mengakomodasi kreativitas. Deretan mobil modifikasi yang tampil tak sekadar memanjakan mata, tetapi juga membuka peluang tren baru di tahun-tahun mendatang.
Leave a Reply